Kamis, 22 Januari 2015

PRETEST KENDALI dan AUDIT SISTEM INFORMASI (V-CLASS ANALISIS KINERJA SISTEM)

Tujuan pengendalian TI didefinisikan sebagai suatu pernyataan hasil yang diinginkan atau maksud yang dicapai oleh prosedur pengendalian implementasi dalam kegiatan TI khusus.


Tujuan Pengendalian Internal


Tujuan dari pengendalian internal adalah
1.  Memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang akan menghasilkan laporan-laporan yang dapat diandalkan.
2.  Efektivitas dan efisiensi dalam operasi, yaitu efektif dalam mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan dan efisien dalam pemakaian sumberdaya yang tersedia.
3.  Membantu  agar  tidak  terjadi  penyimpangan  terhadap  hukum  dan  peraturan  yang berlaku

4.  Mengamankan harta milik organisasi atau perusahaan termasuk data yang tersedia


Dua Pendekatan Pengendalian Intern :

1. Pendekatan Statis

2. Pendekatan Dinamis


Pendekatan Statis
1.  Berdasarkan        pertimbangan       pada     pembagian       wewenang      di    dalam     pengelolaan perusahaan atau entitas pada masa lalu yg bersifat sentralisasi.
2. Metoda sentralisasi artinya jika kita telusuri bahwa intelektualitas berada pd pucuk pimpinan perusahaan. Semakin rendah posisi seseorang, maka semakin sedikit pengetahuannya ttg pencapaian tujuan perusahaan, artinya hanya sekedar menjalankan perintah atasanya.
3.  Artinya  bahwa  pendekatan  statis  akan  berorientasi  pada  sistem  yg  dpt  dg  mudah ditelusuri keberadaannya.


Pendekatan Dinamis

1.  Pengendalian intern sbg sebuah proses
2.  Konsep  ini  terkait dg perkembangan  metoda pengelolaan sumber daya manusia pada organisasi yg bersangkutan.
3.  Perubahan  metoda  pengelolaan  tersebut  adalah  perubahan  ke  metoda  pengelolaan manajemen melalui tujuan (management by objective) enggantikan

                                                                                                                                                       


4.  manajemen melalui kekuasaan (management by drive).

5.  Hal tersebut di dorong oleh :

·            Peningkatan kualitas SDM, sehingga intensitas pengendalian intern dpt di kurangi
·            Spesialisasi dpt meningkatkan kinerja seseorang
·            Kepuasan kerja dpt meningkatkan produktivitas.
·            Persaingan yg semakin ketat, membutuhkan pengambilan
·            keputusan yg cepat.


Berdasarkan  perkembangan  di  bidang  manajemen  SDM  tersebut,  konsep  pengendalian intern jg mengalami perubahan dari konsep ketersediaan pengendalian intern beralih ke konsep proses pencapaian tujuan.
Dengan konsep baru tersebut disadari bahwa intelektualitas tdk lg terletak pd pucuk pimpinan, tetapi terletak dilapisan bawah. Mereka yg deket dg konsumenlah yg paling mengerti dg kebutuhan pasar.
Pengorganisasian yg paling tepat untuk kondisi seperti ini adalah seperti pengorganisasian orkes simponi.
Organisasi  ini  sepenuhnyakadigerakan  oleh  dinamika  para  pekerja  (ujung  tombak)

sesuai spesialisai masing-masing.

Untuk menjaga kekompakan agar terjadi irama yg serasi dibutuhkan seorang manajer yg berfungsi sbg konduktor.
Manajer  tersebut  tdk  lg  hrs  memiliki  pengetahuan  teknis  seperti  yg  dimiliki  pemain orkesnya, tetapi yg diperlukan hanya seorang yg mampu mengatur tempo dan menguasai tingkatan nada.


Pengendalian dilingkungan SI

1.  Dpt dilakukan dg cara manual atau otomatis

2.  Dpt diklasifikasikan dalam :

·            Pengendalian Umum dan
·            Pengendalian Aplikasi


Pengaruh Komputer dalam Pengendalian

1.  Perubahan dalam Pengumpulan fakta (Changes to Evidence Collection)

2.  Perubahan dalam Evaluasi Fakta (Changes to Evidence Evaluation)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar