tersudut ku dalam memudarnya sebuah harap
pejaman mata membuatnya terhempas tuk terdiam
tak ada setitik cahaya yang membuatnya terang untuk mendamaikan
hingga akhirnya mulailah terbuka pintu itu dimana jejak-jejaknya akan terukir untuk terlupa
dan mulailah terbuka mata ketika cahaya itu perlahan membuatnya tersadar
ia berdiri dengan topangan kakinya yang rapuh
beranjak dari duduknya dan tetap menggenggam layunya merah mawar
dihampirinya embun tuk sejukan kembali tiap nafas yang terasa sesak
namun, perlahan jejak kaki itu mulai tercipta dan mulai kau temukan fajar di pagi itu
dan kau tatap dunia lalu berkaca pada air keruh
terlihatlah senyum yang mulai terukir dalam samar
sejuknya angin, menghempaskan serpihan layu dari bunga mawar itu
dan mawar itu menjauh pergi terhempas tanpa arah
dilepaskannya batang bunga mawar itu dan mulailah hadir air mata
dingin, dingin membuat mata itu kembali terpejam
melihat cahaya dalam pejaman kedua matanya
lalu ia terus beranjak dan bisikan hatinya mulai mengarahkan ia ke ufuk barat
tenggelam bersama sunset dan biarkan ombak menghempasnya jauh ....
Selasa, 01 April 2014
Senja Sore
biarkan semua ini menyendiri
kokoh berdiri untuk menyambut matahari yang akan segera terpejam
senja buta meregang sesak jiwa
dalam jauh & merapuh di senja sore
jejak yg akan segera terhapus,
detak yg akan segera berhenti
di akhir malam kematian bernyanyi dgn tenang
mereka mulai mengiringi datangnya malam dengan sebuah pena.
pena yg mengering akan sebuah air mata
sunyi terdengar angin sore
melambaikan tangan untuk pergi di hari ini
rapuh, senja yg rapuh
lemah akan dtgnya malam
sepi mengintip dari kejauhan & siap membunuh
aku, akan tetap disini
berdiri di senja yang buta tuk mengakhiri dunia dengan sebuah pena yang tintanya terbuat dari air mata
dan biarkan ku memejamkan mata ketika malam tlah tiba tuk menghapus dunia
( Senja Sore - Fachry )
kokoh berdiri untuk menyambut matahari yang akan segera terpejam
senja buta meregang sesak jiwa
dalam jauh & merapuh di senja sore
jejak yg akan segera terhapus,
detak yg akan segera berhenti
di akhir malam kematian bernyanyi dgn tenang
mereka mulai mengiringi datangnya malam dengan sebuah pena.
pena yg mengering akan sebuah air mata
sunyi terdengar angin sore
melambaikan tangan untuk pergi di hari ini
rapuh, senja yg rapuh
lemah akan dtgnya malam
sepi mengintip dari kejauhan & siap membunuh
aku, akan tetap disini
berdiri di senja yang buta tuk mengakhiri dunia dengan sebuah pena yang tintanya terbuat dari air mata
dan biarkan ku memejamkan mata ketika malam tlah tiba tuk menghapus dunia
( Senja Sore - Fachry )
Langganan:
Komentar (Atom)