Dimana rasa sakit telah berjumpa dengan air mata atas hati yang telah terluka.
Aku melihat luka datang tanpa ragu, namun air mataku bertanya akan sebuah kepahitan dari sebuah rintihan hujan.
Akankah ia lihat ku berdiri di balik bukit dan merasakan getirnya?
Aku yang akan segera terlupakan berharap agar mataku tertutup
Aku yang akan segera terlupakan beraharap agar denyutku berhenti sejenak untuk berdetak
Biarkan semua berhenti perlahan tanpa ragu akan sebuah beban.
Mataku kan terbuka untuk melihat luka dimana ia tlah berdiri menyambutku.
Lelah memang tersakiti namun akankah kau lihat getirnya?
Aku memakai topeng yang seharusnnya daoat ku buka untuk melihat senyumanmu, namun air mataku meretakannya dengan sebuah lirih.
Aku memang telah terluka
terluka untuk cinta dan dimana air mata menjadi tirai diantaranya.
Akankah kau sadari dan mengerti
