Kamis, 22 November 2012

Benih Kebencian

Tersulut api dalam nurani
Panas terasa sempurna tuk mencabik rasa
Membabi buta tuk membunuh rasa.

Terbakar amarah
Di kelilingi oleh iblis yang menari
Kau tanamkan benih yang tumbuh menjadi sebuah penyesalan

Kau terbakar hangus, hingga debu kau rasa
terbakar dengan benci dimana debunya menjadi sebuah caci.
Kau tak pernah lelah mencari

Pekat hitam tertanam dalam
Akan lebih jauh tercabik hingga kau rasa buta.

Segeralah kau musnah hingga kau pubn tiada bisa berkata.
Maka kau akan diam bisu untuk merasa




M. Fachry H - Benih Kebencian

Addicted Game

Addicted Ganme, waw ketagihan game bisa seperti orang ketagihan NAPZA. Namun ini sensasinya beda. Bukan hendak menyindirhanya, tetapi mengevaluasi apa yang ada pada realitanya.

Addicted Game juga mempengaruhi perkembangan jiwa dan emosi pemainnnya, apalagi anak-anak. Secara tidak langsung mereka dapat berfantasi dnegan game yang mereka mainkan dan mungkin dampak lebih jauhnya mereka bisa menjadi malas belajar bahkan melakukan tindak kriminal seperti mencuri. Heemm, ya itu dampak negativenya.

Bermain game tidak apa-apa, asalkan ingat waktu saja dan dibatasi. Jika bisa, game tersebut dapat mendidik dan mengasah otak agar perkembangan otak bisa di tingkatkan. Namun ada juga bahwa mereka yang bermain game hanya sekedar untuk hiburan semata.

Game jga bisa berdampak langsung pada moral pemainnya, seperti apatis terhadap sesama. Memang ini amatlah berbahaya. Perlu pengawasan dan bimbingan orang tua agar anak tidak terlalu jauh dalam bermain game di dunia cyber.

Normalnya rata-rata orang bermain game itu paling lama 3 jam. Hemm, namun yang terjadi belakangan bahkan ada yang bermain dengan "paket malam" sehingga user bisa bermain selama 7-8 jam, itu dikarenakan paket yg amat murah :D

Fenomena Anak Jalanan

Mereka berjalan mengukir keringat demi sebongkah emas.
Mereka mengukir hidup pada sebuah aspal.
Tak Kenal Takut, Tak Kenal Malu.
Mereka bernafas untuk sebuah kehidupan.

Rambu Lalu Lintas menjadi rezeki mereka.
Rambu-rambu itu membuat mereka bergerak.
Mereka duduk pada batu penyanggah jalanan.
Mereka mengukir tawa disana dengan gembira tanpa derita.

Keringat mereka perjuangan mereka, darah mereka smeangat mereka.
Bangku sekolah mereka ukir dalam mimpi.
Mereka belajar tentangarti kehidupan mengenai hidup dan mati.
Mereka tak pernah berhenti sebelum waktunya tiba untuk mendapatkan secercah kehidupan.
Tak Pernah mati dan berhenti

Anak Jalanan, takdirmu terukir di aspal.
Debu menyapu dengan asap dari kendaraan yang menggebu.



Rabu, 21 November 2012

Pendapat Mengenai Gunadarma Sport Center

Akhirnya setelah ditunggu-tunggu, GSC dapat digunakan oleh para mahasiswa Gunadarma untuk olahraga. Entah kapan GSC itu resmi dibuka saya lupa. Sekian lama ditunggu akhirnya GSC itu dibuka dan partisipasi dan antusiasme para mahasiswa sudah dapat terlihat semenjak awal untuk menggunakan GSC tersebut. GSC ini disewakan secara gratis. dI GSC ini terdapat dua lapangan futsal dan satu lapangan basket.

Sistematis GSC ini sebagai berikut (versi saya):

1. Jika mahasiswa inigin bermain hendaknya membooking lapangan seminggu sebelum bermain di GSC dengan memberikan KTM kepada petugas di GSC untuk didata.

2. Jika mahasiswa ingin menggunakan locker room, bisa memberikan KTM kepada petugas dimana setelah mahasiswa menitipkan KTM akan mendapatkan kunci locker dan setelah digunakan KTM dikembalikan kepada mahasiswa.

Hemm, meskipun fasilitas GSC ini gratis, semua kalangan terutama pengguna fasilitas harus menjaga kebersihan dan ketertiban yag ada. Jangan sampai fasilitas ini menjadi rusak karena ulah-ulah tangan jahil dan tidak bertanggung jawab. Perlu adanya penambahan lapangan seperti lapangan badminton atau olahraga lain yang menjadi kebiasaan mahasiswa gunadarma.