Senin, 27 Januari 2014

Melestarikan Budaya

Semakin berkembang dan majunya teknologi pada jaman ini membuat  beberapa dari kita lupa akan budaya dan tradisi yang ada di Indonesia ini. Amat disayangkan jika para generasi muda pada saat ini lebih mengenal gadget daripada budaya itu sendiri. Ditambah lagi dengan dampak negatif dari kemajuan teknologi tersebut yang mengakibatkan terkikikisnya pengetahuan tentang kebudayaan di negara kita sendiri

Bagaimana caranya kita melestarikan budaya kita sendiri? Perlu adanya integrasi dari masyarakat terhadap beberapa pihak dari wiayah mereka untuk melestarikan budaya di daerah mereka. Misalkan dengan diadakannya pesta rakyat yang berisi budaya dimana di dalam acara tersebut berisi  informasi mengenai kuliner dari berbagai macam daerah, permainan dari berbagai macam daerah, dan sebagainya.

Diadakannya edukasi budaya untuk masyarakat yakni mengenai sejarah dan budaya di daerah mereka dengan mengunjungi museum dan mengikuti acara kebudayaan. Tentunya edukasi ini dapat memberi informasi mengenai seperti apa dan bagaimana kebudayaan di daerah mereka dan pengaplikasiaanya di kehidupan sehari-hari.


Bantuan dari pemerintah juga diperlukan agar dapat menarik antusias masyarakat dalam mengenal budaya di daerahnya dan dapat mengenali ke anak-anak mereka sehingga nanti mereka mengetahui seperti apa budaya-budaya yang menjadiciri khas di daerah mereka 

Sekilas PEMILU 2014

Pemilu 2014 akan diadakan beberapa bulan lagi. Sudahkah anda menentukan pilihan anda siapakah yang paling pantas menjadi orang nomor 1 di negara ini? Atau anda termasuk dalam golongan orang yang tidak memilih alias golput?

Hemm, mengingat hal diatas tentunya yang patut dipertanyakan adalah kepercayaan masyarakat terhadap calom pemimpin mereka yang diusung melalui partai. Bagaimana kepercayaan masyarakat sekarang ini terhadap pemerintah??

Korupsi telah membuat kepercayaan masyarakat mulai terkikis dan ragu untuk memilih siapa calon pemimpin mereka. Dari semua masalah korupsi tersebut, terbentuklah pola fikir masyarakat terhadap kepemerintahan.

Kita kesampingkan masalah itu tersebut, mengingat betapa pentingnya satu suara untuk membawa negeri ini menjadi apa dan seperti apa nantinya. Jadilah pemilih yang cerdas dengan mengetahui latar belakang beberapa calon yang dicalonkan untuk menjadi presiden dan wakil presiden.


Jangan lupakan asas LUBERJUDIL dan awasi jalannya pemilu di daerah kita agar tidak terjadi politik uang yang menguntungkan pihak tertentu. 

Dampak Banjir

Banjir mulai surut, tetapi belum selesai sampai disitu mengingat apa dampak yang ditimbulkan dari banjir tersebut. Banjir di Ibukota selama dua pekan tentunya membawa dampak yang amat merugikan masyarakat yakni di antaranya

1.      Bertumpuknya sampah yang terbawa aliran banjir
2.      Timbulnya berbagai macam penyakit
3.      Terdapat beberapa jalan yang rusak
4.      Perekonomian terganggu
5.      Banya kendaraan bermotor yang rusak dikarenakan nekat menerobos banjir

Bertumpuknya sampah yang terbawa banjir sudah di jelaska pada artikel seelumnya ( Kebersihan Merupaan Tanggung Jawab Bersama ). Timbulnya berbagai macam penyakit pasca banjir yaitu terutama adalah penyakit kulit yang diakibatkan air sungai yang kotor. Penyakit ini tentunya sudah menjadi hal yang sering di lihat ketika banjir datang mengingat banyaknya anak-anak kecil yang berenang dalam banjir tersebut

Terdapatnya jalan yang rusak diakibatkan oleh daerah resapan air yang kurang di beberapa wilayah di Jakarta. Tentunya kita bisa melihat gedung bertingkat dan mall-mall serta perumahan yang tentunya menghambat dan mengurangi resapan air yang ada di wilayah tersebut sehingga timbul banjir dan air banjir tersebut menggenangi jalan dan membuat jalan menjadi berlubang.
Tentunya hal itu dapat membahayakan pengguna jalan dan bisa meningkatkan resiko kecelakaan yang di akibatkan jalanan yang rusak. Maka dari itu, penulis berharap agar pengendara bermotor berhati-hati dalam berkendara dan mematuhi peraturan rambu lalu lintas yang ada agar dapat mengurangi resiko kecelakaan.

Dampak banjir juga mempengaruhi perekonomian seperti tida kterdistribusinya barang produksi ke berbagai wilah dibeberapa wilayah di Indonesia yang mengakibatkan barang tersebut lambat sampai di daerah tujuan atau mengakibatkan barang produksi menjadi rusak seperti komoditi sayuran atau makanan. Tentunya dengan adanya gangguan ini, para penguasaha merugi dan naiklah harga bahan makanan yang tentunya akan menambah beban untuk masyarakat

Kebersihan Lingkungan Merupakan Tanggung Jawab Bersama


Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah. Ini perlu disadari oleh masyarakat agar lingkungan menjadi bersih dan asri serta mencegah datangnya berbagai macam penyakit dan tentunya agar tidak terjadi banjir.
Kesadaran akan kebersihan lingkungan di DKI Jakarta amatlah minim, dimulai dari masyarakat yang membuang sampah sembarangan, lalu lingkungan kumuh, dan tempat penampungan sampah yang ditempatkan ditempat yang tidak semestinya.

Disini saya akan menyorot lebih kepada masyarakat Jakarta itu sendiri. Pemerintah sudah melakukan berbagai macam upaya agar Jakarta terlihat bersih dan asri. Seperti disediakannya tempat sampah di trotoar dan di bedakan antara sampah basah dan kering.  Semua itu kembali kepada masrakat Jakarta itu sendiri bagaimana menjaga kebersihan lingkungan yang sudah di bantu oleh pemerintah. Namun tetap saja masih ada warga yang membuang sampah sembarangan

Ini terlihat dari bagaimana datangnya banjir yang melanda Ibu Kota ini. Setelah banjir surut, terlihatlah tumpukan sampah yang terbawa oleh aliran banjir tersebut. Ini dikarenakan masih adanya bangunan di bantaran sungai yang tentunya menghambat aliran sungai tersebut dan warga bantaran kali MUNGKIN bisa saja membuang sampah tersebut ke pinggiran kali yang menyebabkan pendangkalan sungai dan menghambat aliran air yang menuju ke sungai.

Jadi, masyarakat perlu menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama bukan hanya dari pemerintah saja dan masyarakat juga harus saling bergotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar mereka.