BAB I
PENDAHULUAN
Menulis ialah menurunkan atau
menuliskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami
oleh seseorang. Sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik
tersebut apabila mereka memahami bahasa dari lambang grafik itu. Dengan
kriteria seperti itu dapatlah dikatakan bahasa menyalin atau mengopi
huruf-huruf ataupun menyusun suatu naskah dalam huruf-huruf tertentu untuk
dicetak bukanlah menulis apabila orang-orang tersebut tidak memahami bahasa
tersebut tidak memahami beserta representasinya.
Pembelajaran keterampilan menulis
memiliki berbagai macam bentuk. Salah satunya adalah keterampilan menulis
karangan. Dalam pembelajaran menulis, diharapkan kita tidak hanya dapat
mengembangkan kemampuan membuat karangan namun juga diperlukan kecermatan untuk
membuat argumen, memiliki kemampuan untuk menuangkan ide atau gagasan dengan
cara membuat karangan yang menarik untuk dibaca salah satunya yaitu membuat
karangan deskripsi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karangan Deskripsi
Karangan merupakan karya tulis hasil
dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui
bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum
dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan
persuasi.
Karangan deskripsi adalah tulisan yang
berusaha memberikan perincian atau melukiskan dan mengemukakan objek yang
sedang dibicarakan (seperti orang, tempat, suasana atau hal lain). Atau
karangan jenis ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca
seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskrispi
bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan
sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar,
membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan.
Menurut Keraf (1982: 2), Deskripsi atau
pemerian merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha para
penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang dibicarakan, “Rusyana
(1986:131) mengemukakan bahwa, deskripsi, lukisan atau pemerian ialah karangan
yang melukiskan sesuatu, menyatakan apa yang diindera, melukiskan perasaan dan
perilaku jiwa dalam wujud kalimat”.
Masih menurut Rusyana (1984: 136), “terdapat
kaitan antara jenis karangan yang satu dengan jenis karangan yang lainnya
termasuk antara deskripsi, dengan narasi, eksposisi dan argumentasi. Deskripsi
merupakan jenis karangan yang cenderung dipergunakan oleh ketiga jenis karangan
laiinnya sebagai alat untuk mengkonkretkan pokok pembahasan.
B. Ciri-ciri Karangan Deskripsi
Beberapa ahli memberikan batasan tentang tentang karangan deskripsi sesuai
dengan ciri-ciri karangan deskripsi.
Tarigan (1986:5) menyebutkan bahwa karangan deskripsi mengajak para
pembaca bersama-sama menikmati, merasakan, memahami dengan sebaik-baiknya
objek, adegan, pribadi dan suasana hati yang telah dialami oleh pengarang.
Keraf (1982:94) pun memakai kata “memberikan rincian-rincian dan
objek-objek”, berarti cara penyampainya harus dengan rincian-rincian objek yang
akan dibicarakan.
Berdasarkan ciri-ciri karanga deskripsi diatas maka dapat disimpulkan
diantaranya:
1.
Menggambarkan atau melukiskan sesuatu
2.
Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera
3.
Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
4.
Hasil penyerapan pancaindera
C. Pola Pengembangan Paragraf Deskripsi
1. Paragraf
Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau
tempat.
2. Paragraf
Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau
kesan perasaan
penulis.
3. Paragraf
Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya.
D. Langkah Menyusun Deskripsi
a. Tentukan
objek atau tema yang akan dideskripsikan
b.
Tentukan tujuan
c. Mengumpulkan
data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan
d.
Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan)
e.
Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang
ditentukan
Contoh Karangan Deskripsi
Tepat pukul 06.00 aku terbangun,
diiringi dengan suara-suara ayam yang berkokok seolah menyanyi sambil
membangunkan orang-orang yang masih tertidur. Serta dapat ku lihat
burung-burung yang berterbangan meninggalkan sarangnya untuk mencari makan.
Dari timur sang surya menyapaku dengan malu-malu untuk menampakkan cahayanya.
Aku berjalan kehalaman depan rumah tepat dihadapan ku ada sebuah jalan besar
untuk berlalu lintas dari kejauhan terlihat sawah-sawah milik para petani yang
ditanami padi masih berwarna hijau terlihat sangat sejuk, indah, dan damai.
Dari kejauhan pula terlihat seorang petani yang sedang membajak sawahnya yang
belum ditanami tumbuhan, dan ada juga petani yang sedang mencari rumput untuk
makanan binatang peliharaannya seperti kambing, sapi, dan kerbau. Didesa ku
rata-rata penduduknya berprofesi sebagai petani.
Pagi ini terlihat sangat sibuk,
dijalan-jalan terlihat ibu-ibu yang tengah berjalan menuju pasar untuk
berjualan sayuran. Tetangga ku seorang peternak bebek juga tidak kalah sibuknya
dengan orang-orang. Pagi-pagi sekali dia berjalan menggiring bebek-bebeknya
kerawa dekat sawah untuk mencari makanan, bebek-bebek yang pintar mereka
berbaris dengan rapi pengembalanya. Sungguh pemandangan yang sangat menarik
dilihat ketika kita bangun tidur.
Dihalaman rumah kakek ku yang menghadap
ketimur terdapat pohon-pohon yang rindang, ada pohon mangga yang sedang berbuah
sangat lebat, disamping kiri pohon mangga terdapat pula pohon jambu air yang
belum berbuah karena belum musimnya. Dan disebelah kanan rumah ada pohon rambutan
yang buahnya sangat manis rasanya. Sungguh pemandangan yang indah desa yang
sangat asri dan damai ini adalah desa tempat tinggal kakek ku serta tempat
kelahiran ku. Desa yang bernama Nambahdadi ini adalah tempat yang paling sering
aku kunjungi saat liburan. Selain bias bertemu kakek dan nenek aku juga bias
melihat pemandangan yang indah nan damai.
E. Macam-macam
Karangan Deskripsi
1. Deskripsi Sugestif
Deskripsi sugestif ialah
deskripsi yang bertujuan membangkitkan daya khayal, kesan atau sugesti
tertentu, seolah-olah pembaca melihat sendiri objek (yang dideskripsikan)
secara keseluruhan seperti yang dialami secara fisik oleh penulisnya.
Contoh deskripsi sugestif yang membicarakan
objek tempat Kilometer Nol, Sebuah Lambang Sebuah tugu di ujung Utara pulau
Weah Aceh, berdiri tegak setinggi delapan meter. Landasannya, beton berteratak
mirip tangga bersusun lima. Dengan panjang dan lebar sekitar enam meter. Tentu
itu terletak di sebuah semak belukar di bilangan Jaboi, kotamadya Sabang.
Itulah kilometer nol Indonesia. Berada
di tugu itu, terasa sesuatu merayap di kalbu, perasaan keindonesiaan. Lagu
patriotik Dari Sabang sampai Marauke seakan-akan tergiang-ngiang di telinga.
Kita sedang menginjak setapak tanah di ujung paling Barat Nusantara.
Lambang Garuda begitu megah bertenger
di puncak tugu. Di bawah kaki Sang Garuda, ada relief yang melukiskan untaian
zamrud kepulauan di Indonesia. Memang, sempat timbul tanda tanya, apakah kilometer
nol ini benar menjadi ukuran pasti dimulainya bentangan jalan raya dari ujung
Barat Indonesia ke Timur. Akan tetapi, berada dititik itu, slogan
Sabang-Marauke tiba-tiba menjadi sangat bermakna. Dari titik nol kilometer ini,
jalan hanya selebar 3 meter. Itupun hanya permukaan sekitar 2 meter yang
kelihatan, selebihnya tertutup semak belukar. Sulit dibayangkan, jika ada
kendaraan 2 arah berada di jalur itu. Jarak kilometer nol ke kota Sabang 22,5
Km. Lalu, dari Sabang terbentang lagi jarak 28 mil laut atau hampir 52 Km dan
tiga jam perjalanan feri ke ujung utara Sumatra. Jalan menuju kilometer nol
hampir tak berbicara sebagai sebuah jalan raya. Kilometer nol pun seakan-akan
tak berbicara sebagai tanda kilometer di tempat lain. Bahkan pualam bertuliskan
”KM0” telah dicopot tangan-tangan jahil. Sedangkan tugu-tugu yang kesepian itu
tak pernah dihiraukan sebagai tanda kilometer jalan raya. Akan tetapi, dalam
keheningan belukar di Jaboi, di bawah bola-bola awan yang keperakan, di
sela-sela deburan ombak, tugu itu tetap tegar sebagai sebuah lambang yang
berbicara tentang kesatuan Indonesia
2. Deskripsi Teknis
Deskripsi teknis ialah
deskripsi yang bertujuan memberikan identifikasi atau informasi objek, sehingga
pembaca dapat mengenal bila bertemu atau berhadapan dengan objek itu.
Contoh deskripsi teknis Tentang
Agroindustri Salah satu sektor yang mempunyai arti strategis dalam Pembangunan
Nasional Jangka Panjang adalah pengembangan agroindustri. Agroindustri adalah
kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku,
merancang dan menyediakan peralatan pertanian serta jasa bagi kegiatan
tersebut. Titik berat Pembangunan Jangka Panjang adalah pembangunan ekonomi
dengan sasaran utama mencapai keseimbangan antara bidang pertanian dan bidang industri
yang kuat ditunjang oleh pertanian yang tangguh, yang dapat membawa perubahan
fundamental dalam struktur perekonomian Indonesia, sehingga produksi nasional
yang berasal dari sector luar pertanian merupakan bagian yang makin besar dan
akhirnya menjadi tulang punggung perekonomian. Industri yang kuat adalah
industri yang strukturnya kukuh dan berakar pada kemampuan sumber daya alam
yang dimiliki dan yang dapat menjelmakan kaitan ke depan, ke samping, dan ke
belakang dengan industri lainnya.
Pertanian yang tangguh adalah yang
mampu menyediakan bahan baku hasil pertanian dalam jumlah, mutu, dan waktu yang
dapat mendorong pertumbuhan industri. Dengan demikian, sector agroindustri
merupakan mata rantai penghubung antara sector pertanian dan sector industri.
Pengembangan sector agroindustri di samping mempunyai arti strategis dalam
kerangka Pembangunan Nasional Jangka Panjang juga dapat meningkatkan daya serap
tenaga kerja dengan membuka spectrum baru lapangan kerja yang luas dan beragam,
baik formal maupun nonformal. Ruang lingkup agroindustri yang luas memungkinkan
tenaga kerja informal bisa diserap lebih banyak. Agroindustri meliputi industri
pengolahan hasil pertanian, industri peralatan dan mesin pertanian serta
industri jasa pertanian. Industri pengolahan hasil pertanian mempunyai lima
subsektor, yaitu: industri pengolahan tanaman pangan, perkebunan, hasil hutan
perkebunan, dan hasil peternakan. Industri peralatan dan mesin pertanian
mencakup industri peralatan dan mesin pertanian budidaya serta pengolahan.
Industri jasa sektor pertanian meliputi perdagangan, konsultasi, dan
komunikasi.
BAB III
KESIMPULAN
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang
berusaha untuk memindah-kan kesan, hasil pengamatan, dan perasaannya kepada
pembaca. Penulis berusaha untuk menyampaikan sifat dan semua rincian wujud yang
ditemukan pada objek yang ditulis itu. Hal tersebut bertujuan untuk menciptakan
atau memungkinkan terciptanya daya khayal atau imajinasi kepada para
pembacanya, sehingga seolah-olah pembaca melihat atau merasakan sendiri objek
yang dibicarakan secara keseluruhan seperti yang dialami oleh penulisnya.
Berdasarkan tujuannya, deskripsi
dibedakan menjadi dua yaitu, (1) deskripsi sugestif dan (2) deskripsi teknis
(deskripsi ekspositoris), sedangkan berdasarkan cara pendekatannya agar objek
yang digambar-kan dapat tepat maksudnya dibagi menjadi (1) pendekatan
realistis, (2) pendekatan impresionistis, dan (3) pendekatan menurut sikap
pengarang.
Berdasarkan kategori yang biasa
diungkapkan, ada dua objek yang dapat kita deskripsikan, hal itu adalah
deskripsi orang dan deskripsi tempat. Untuk mempermudah melakukan
pendeskripsian, berikut adalah rambu-rambu yang dapat Anda ikuti.
1. Menentukan hal apa yang
hendak dideskripsikan.
2. Merumuskan tujuan
pendeskripsian.
3. Menetapkan bagian yang
akan dideskripsikan.
4. Merinci dan menyistematiskan hal-hal
yang menunjang kekuatan bagian yang akan dideskripsikan.
DAFTAR PUSTAKA
Winaryo
Sukahmad. 2004. Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. Tarsito. Bandung
Sugiono. 2011.
Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung
Cecep Wahyu
Hoerudin. Kaidah dan Pelatihan Bahasa Indonesia. 2005. Insan Mandiri. Bandung
Heri jauhari.
2007. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Pustaka Setia. Bandung
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan
http://ryansikep.blogspot.com/2009/12/karangan-deskripsi-dan-eksposisi.html
http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/ciri-tulisan-narasi-deskripsi-eksposisi-dan-argumentasi/
http://mrjamyas.blogspot.com/2008/05/karangan-deskripsi.html