Senin, 03 November 2014

Pengamanan Teknologi Informasi Indonesia Masih Lemah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Keamanan Sistem Informasi dan Kriptografi Pratama Dahlian Persadha mengusulkan agar Presiden Joko Widodo benar-benar menerapkan program-program pemerintahan berbasis daring atau e-government.

"Penerapan sistem e-government ini guna mendorong agar kinerja birokrasi menjadi lebih efektif dan efisien," kata Pratama Dahlian Persadha pada diskusi "Menggagas Sistem Informasi dan Komunikasi di Era Pemerintahan Presiden Jokowi, di Jakarta, Sabtu (1/11).


Menurut Pratama, Presiden Joko Widodo pada beberapa kali pertemuan masyarakat selama kampanye pemilu presiden menyatakan akan menerapkan sejumlah program pemerintah berbasis daring seperti e-procurement hingga e-government.


Gagasan penerapan e-government, menurut dia, sangat menarik dan dapat melakukan banyak efisiensi.


"Namun, penerapan e-governtment harus dibuat sistem dengan pengamanan yang baik," katanya.


Pratama menjelaskan, penerapan teknologi informasi di Indonesia saat ini, pengamanannya masih sangat lemah. Jika pemerintahan Presiden Joko Widodo akan menerapkan program e-gorvenrment, maka maka sistem maupun pengamanan harus dibuat yang baik.


Ia menilai, Indonesia sudah memliki lembaga yang mampu membuat sistem yang baik yakni Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).


Jika nantinya pemerintahan Presiden Joko Widodo menerapkan e-government secara bertahap tapi tanpa memperbaiki sistem dan pengamanannya, maka dapat diserang oleh peretas dan datanya dapat dobobol.Ia mencontohkan kejadian pembobolan data-data negara pernah terjadi di Estonia, pada 2007.


"Untuk memastikan keamanan sistem teknologi informasi, maka perlu dibuat aturan perundangan sehingga ada landasan hukum yang kuat," katanya.


Sementara itu, Kepala Lembaga Keamanan Internet Indonesia Kementerian Kominfo, Rudi Lumanto mengatakan, Pemerintah melalui Kementerian Kominfo sudah mengusulkan pembuatan UU tentang Perlindungan Data Pribadi.


Dasar pertimbangannya, kata dia, data pribadi saja sangat penting apalagi dokumen negara, oleh sampai di bobol olh oknum.

Menurut dia, usulan pembuatan aturan perundangan tersebut sampai saat ini sudah menyelesaikan naskah akademik dan akan segera disampaikan ke DPR RI untuk didaftarkan dalam program prioritas legislasi nasional (prolegnas) tahun 2015.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/11/02/nee5dv-pengamanan-teknologi-informasi-indonesia-masih-lemah

PENERAPAN TELEMATIKA PADA SOFTWARE

OS Terbaru Android Lollipop

Google baru-baru ini merilis OS terbaru untuk Android. OS itu diberi nama OS Android Lollipop. Dengan bertambahnya OS terbaru ini, tentunya smekain menambah keberagaman OS Android.
Dengan diluncurkannya OS Android terbaru ini, menunjukkan bahwa Android mampu bersaing dengan sistem operas lain yang ada seperti Windows Phone, Mac, dll.

5 Keunggulan OS Android Lollipop
   1. Keamanan

OS Android Lollipop akan menjalankan sistem keamanan.berbasis SELinux.SELinux merupakan sistem yang sudah terkenal dan banyak dipakai untuk mengatasi malware (anti malware). Tidak hanya itu OS Android Lollipop telah dilengkapi dengan fitur yang bernama Android Smart Lock yang memungkinkan pengguna untuk mengintegrasikan keamanan dua perangkat dimana salah satu perangkat tersebut hanya akan bisa dibuka bila diakses melalui perangkat pasangannya.

   2. Desain Material 

Google memberikan sentuhan baru terhadap antarmuka dengan memberikan resolusi besar untuk tampil lebih bewarna dan responsif. Walaupun demikian, pengguna tidak akan kesulitan untuk menavigasi dan menggunakan sistem operasi ini karena interface yang hampir sama dengan sistem operasi KitKat.

   3. Notifikasi/Pemberitahuan

OS Android Lollipop menyediakan inovai baru yang dapat memudahkan pengguna untuk menggunakan fitur notifikasi. Dengan adanya inovasi ini, pengguna dapat mengakses notifikasi walaupun ponsel dalam keadaan terkunci dan lebih hebatnya lagi, Android L juga menawarkan fitur Priority yang fungsinya tidak kalah dengan fitur Apple Do Not Disturb milik iPhone.

   4. Hemat Baterai

Sudah bukan rahasia memang, Android pasti bermasalah dengan penggunaan baterai. Disebut-sebut OS Android Lollipop mampu menjadi solusi yang nantinya mampu memenejemen penggunaan baterai dengan memberikan sebuah notifikasi khusus terkait berapa lama perkiraan waktu daya tahan baterai yang tersisa, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk men-charge baterai sampai penuh.

   5. Device Sharing 

Android Lollipop akan mampu berintegrasi dengan banyak perangkat. Anda dapat berbagi konten hingga memungkinkan pengguna untuk berbagi tampilan layar dengan perangkat lain (sistem operasi harus berbasis Android).

Sumber Referensi: http://www.androfern.com/2014/10/kehadiran-os-terbaru-android-50-lollipop-dengan-keunggulannya.html

Minggu, 02 November 2014

Penerapan Teknologi Telematika Pada Hardware

Penerapan Teknologi Telematika Pada Hardware



Penerapan teknologi telematika pada hardware salah satunya adalah tempat charger handphone yang berada di Inggris. Tempat charger handphone ini dibuat dari tempat telepon umum yang sudah rusak yang berada di tempat umum di Inggris. Pembuatan tempat charger umum ini sangat membantu warga Inggris ketika mereka membutuhkan sumber daya baterai untuk smartphone mereka.
Tempat charger ini dibuat oleh salah satu universitas di Inggris. Apakah tempat charger ini menggunakan tenaga listrik? Jawabannya adalah tidak. Tempat charger umum ini menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga listrik. Panel surya ini dipasang pada atap tempat charger handphone tersebut. Dimana panel surya yang memiliki panas matahari dan menghasilkan listrik, akan langsung terhubung dengan beberapa charger di dalam tempat tersebut.


Uniknya, tempat charger diberi warna. Umumnya warna untuk tempat telepon umum di Inggris berwarna merah, namun tempat charger umum ini diberi warna hijau alias bertema Go Green yang berguna untuk mengajak masyarakat untuk memperhatikan lingkungan dan mengurangi dampak efek global warming. Tempat charger umum ini diberi nama Solar Box. 

Review Jurnal Penerapan Teknik Komputer Forensik Untuk Pengembalian dan Penghapusan Berkas Digital

Review Jurnal Penerapan Teknik Komputer Forensik Untuk Pengembalian dan Penghapusan Berkas Digital

Referensi Jurnal: ejournal.amikompurwokerto.ac.id/index.php/telematika/article/.../49/44

Penggunaan berkas digital mempunyai beberapa manfaat. Namun penggunaan berkas file ini juga mempunyai kekurangan misalnya jika berkas terhapus secara tidak sengaja karena human error atau kegagalan sistem. Banyak cara yang bisa digunakan untuk mengembalikan berkas yang hilang tersebut, salah satunya adalah dengan menggunakan software recovery file atau back up data.
Isi jurnal ini sangat membantu pembaca dalam mengalokasikan berkas-berkas digital yang disimpan di dalam media penyimpanan komputer. Dengan adanya jurnal ini, berkas-berkas yang tadinya hilang karena terjadinya hal-hal tertentu.

Cara yang digunakan untuk pengembalian berkas digital ini adalah dengan cara membuat file log, memilih partisi dan jenis partisi harddisk, dan proses pengembalian file. Data-data yang dikembalikan itu tentunya mempunyai syarat yakni data yang berada di dalam media penyimpanan tersebut belum rusak.

Jika pengguna kehilangan berkas digital pada media penyimpanan komputer, langkah yang dilakukan adalah mengecek kapasitas storage, mengecek recycle bin, menyiapkan ruang penyimpanan untuk back up data dan menjalankan software recovery file.