BAHASA INONESIA 1
ABSTRAKSI
I.
DEFINISI
ABSTRAKSI
Abstrak merupakan suatu ringkasan yang lengkap
dan menjelaskan keseluruhan isi artikel ilmiah. Abstrak umumnya disajikan dalam
satu paragraf dan disarankan tidak lebih dari 200 kata (beberapa jurnal
mengijinkan sampai 400 kata). Abstrak ditempatkan pada bagian awal artikel
ilmiah. Penulisan abstrak yang baik perlu dipertimbangkan mengingat bagian ini
merupakan bagian artikel yang dibaca setelah judul. Bagian artikel yang paling
sulit dikerjakan adalah abstrak. Abstrak dalam bahasa Inggris merupakan satu
kemutlakan yang harus ada (persyaratan dalam akreditasi jurnal ilmiah).
Abstrak harus bersifat
informatif dan deskriptif, artinya setiap informasi yang terkandung pada
abstrak tersebut harus berdasarkan fakta. Dengan kata lain, sangat tidak
diperkenankan untuk mencantumkan informasi yang tidak ada faktanya yang jelas
dalam isi artikel pada suatu abstrak. Abstrak yang baik harus mengandung empat
unsur: argumentasi logis perlunya dilakukan observasi atau penelitian untuk
memecahkan masalah, pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah
(metode), hasil yang dicapai dalam penelitian serta kesimpulan yang diperoleh.
Setiap unsur hendaknya diungkapkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, dengan
demikian keseluruhan abstrak menjadi tidak terlalu panjang.
Abstrak tidak boleh
mengandung pustaka dan penunjukkan gambar atau tabel. Data dalam abstrak,
hendaknya disajikan secara tepat sehingga pembaca tidak perlu mengacu pada
ilustrasi yang disajikan di dalam teks. Dengan alasan yang sama, sebaiknya
dihindari penggunaan singkatan pada abstrak. Penyajian abstrak dengan cara
seperti ini menjadi sangat penting, bila diinginkan suatu artikel ilmiah dibaca
secara luas.
II.
Fungsi /
Tujuan abstrak:
·
Current awareness: memudahkan para pembaca untuk
mendapatkan informasi terbaru tentang suatu bidang yang diminati, tanpa harus
membaca seluruh isi dokumen
·
·Menghemat waktu pembaca
·
Melanjutkan membaca atau tidak ?
·
Menghindari terjadi duplikasi tulisan
·
Keyword : memudahkan dalam penyimpanan secara
elektronis
III.
SIFAT-SIFAT
ABSTRAK
Ø UTUH
Sebuah abstrak yang
baik seharusnya bersifat utuh (complete) dan
berdiri sendirI. Utuh di sini berarti bahwa paragraf tersebut
berisi semua komponen yang seharusnya ada
dalam sebuah abstrak. Standalone artinya bahwa abstrak
tersebut bisa memberikan pemahaman kepada pembaca tentang esensi isi artikel
tanpa harus melihat artikel tersebut secara keseluruhan. Harap diingat bahwa
abstrak adalah miniature tulisan ilmiah sehingga semua komponen penting artikel
harus tercantum dalam abstrak.
Ø Sarat
Makna (Concise)
Sarat makna artinya
kata dan kalimat yang digunakan dalam abstrak mempunyai makna yang padat, namun
tetap akurat. Untuk menjelaskan sesuatu, gunakan kata dan kalimat sesingkat
mungkin tanpa mengurangi makna ketika menggunakan kalimat yang panjang. Jadi,
kalau kalimat yang panjang dan pendek itu sama maknanya maka kalimat yang lebih
pendek itu adalah sarat makna.
Ø Jelas
(clear)
Abstrak juga harus
jelas, baik dalam kata dan kalimat yang digunakan maupun dalam rangkaian
kalimatnya untuk membentuk sebuah pemahaman. Alur informasi yang disampaikan
oleh abstrak harus jelas sehingga sebuah abstrak memang harus punya organisasi
yang baik.
Ø Terangkai
baik (cohesive)
Kalimat-kalimat yang
menyusun sebuah abstrak harus terangkai dengan baik. Antara satu kalimat dan
kalimat berikutnya, harus mengalir dengan baik. Jangan terkesan melompat atau
patah. Gunakan kata sambung bila perlu. Tujuannya tidak lain agar keterbacaan
(readability) abstrak tersebut tinggi.
IV.
Hal-hal
Penting dalam Membuat Abstrak
Beberapa hal penting
yang sebaiknya anda perhatikan pada saat membuat abstrak adalah sebagai
berikut:
ü Tidak
informasi baru - Abstrak tidak boleh mengandung informasi baru yang tidak
tercantum di dalam artikel utama.
ü Kalimat
sederhana dan tidak bertele-tele - Kalimat dalam abstrak hendaknya dibuat
langsung dan tidak bertele-tele, apalagi mengandung kata-kata kiasan. Harap
diingat bahwa ruang yang tersedia untuk abstrak sangat terbatas sehingga harus
dimanfaatkan sebaik mungkin dengan kalimat-kalimat yang penuh dan sarat makna.
ü Menghindari
singkatan dan istilah - Singkatan dan istilah yang tidak umum sebaiknya
tidak digunakan dalam abstrak. Umum tidaknya sebuah istilah dan singkatan, bisa
berbeda antara satu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya
ü Sekali
saja - Kalimat-kalimat yang dicantumkan dalam abstrak masing-masing
mempunyai arti yang unik dan menyampaikan informasi yang unik pula. Karena ruang
yang terbatas, informasi harus disampaikan sekali saja.
ü Panjang
abstrak - seberapa panjang abstrak yang harus anda buat? Untuk artikel
ilmiah, panjang abstrak biasanya berkisar antara 150 hingga 250 kata. Untuk
laporan skripsi, tesis, atau disertasi biasanya mempunyai abstrak yang lebih
panjang dari itu. Yang paling penting untuk dilakukan adalah memeriksa panduan
penulisan yang ada. Jangan membuat abstrak melebihi ketentuan yang berlaku.
V.
Anatomi
Abstrak
Karena abstrak adalah
bentuk mini dari artikel atau tulisan utama, abstrak memiliki anatomi yang
mirip dengan tulisan utama. Abstrak mengandung hal-hal penting dari tulisan
utama.
Sebuah abstrak yang baik memiliki anotomi seperti di bawah ini:
Sebuah abstrak yang baik memiliki anotomi seperti di bawah ini:
a) Pembukaan -
Bagian ini mengawali sebuah abstrak dan biasanya terdiri dari satu atau paling
banyak dua kalimat. Bagian pembukaan ini menjawab pertanyaan: mengapa itu
penting? Bisa juga bagian ini tidak ada, dan abstrak langsung dimulai dengan
tujuan penelitian.
b) Masalah
dan tujuan - Bagian ini selalu ada dalam sebuah abstrak, dan biasanya
merupakan kalimat pertama atau kedua dari abstrak. Di bagian ini pula sering
dicantumkan hipotesis penelitian.
c) Materi
dan Metode - Bagian menyusul bagian masalah, tujuan, dan hipotesis
penelitian. Bagian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan: bagaimana penelitian
dilakukan?, metode apa yang digunakan?, dan analisis apa yang diterapkan?
d) Hasil -
Bagian ini mencantumkan hasil penelitian, termasuk signifikansi secara
statistik dari hasil penelitian tersebut. Abstrak tidak mengandung pembahasan
(diskusi) yang merupakan interpretasi penulis terhadap hasil penelitian. Dengan
demikian, hasil penelitian ditampilkan apa adanya.
e) Kesimpulan -
Ini adalah bagian terakhir dari sebuah abstrak. Di sini penulis menyampaikan
kesimpulan dalam kaitan dengan jawaban pertanyaan penelitian.
VI. JENIS ABSTRAK
1.2. Abstrak Deskriptif
Sebagai abstrak
deskriptif, Abstrak hanya menyajikan uraian yang sangat singkat tentang isi
tulisan tanpa menyatakan apa yang dibahas dalam aspek-aspek yang tercakup pada
tulisan itu sendiri. Dengan kata lain, untuk menjelaskan gagasan utama yang
terdapat pada tulisan, Abstrak cukup disusun dalam kalimat tunggal sehingga
Abstrak tidak memerlukan perincian yang bersifat detil ataupun contoh-contoh
yang bersifat ilustratif. Pandangan penulis tentang karyanya pun tidak akan
tampak dalam Abstrak. Pendek kata, pada Abstrak penulis hanya menyajikan
hal-hal yang bertalian dengan topik atau menyajikan semata-mata tentang
problematika yang terdapat dalam tulisannya.
1.3. Abstrak Informatif: Ringkasan (Precise)
Ringkasan merupakan
penyajian singkat tentang isi tulisan dengan memperlihatkan urutan dari isi
atau bab-bab yang terdapat dalam tulisan. Dalam bentuknya yang singkat itu,
urutan tentang isi atau bab-bab tulisan disajikan secara proporsional. Pada
prinsipnya di dalam ringkasan, gagasan dan pendekatan penulis telah tampak dan
problematika berikut upaya pemecahan yang ada dalam tulisan disajikan berurutan
sesuai bab-bab yang ada. Adakalanya ilustrasi juga disertakan dalam
ringkasan.
1.4. Abstrak Informatif: Ikhtisar (Summary)
Abstrak yang berbentuk
ikhtisar sebenarnya sering digunakan para penulis dalam membuat kutipan secara
tidak langsung ataupun di dalam menyimpulkan suatu uraian. Sebagai salah satu
bentuk abstrak, ikhtisar juga merupakan penyajian singkat tentang isi tulisan
namun tidak mempertahankan urutan bab-bab yang ada seperti halnya pada
ringkasan. Dengan demikian, problematika dan upaya pemecahan yang tersaji dalam
tulisan dijelaskan secara ringkas dan bebas tanpa memberikan penjelasan
mengenai isi dari seluruh tulisan secara proporsional. Ilustrasi pun kadang
juga diperlukan dalam sebuah ikhtisar.
1.5. Panjang Abstrak
Tidak terdapat patokan
yang absolut mengenai besar kecilnya ringkasan maupun ikhitisar namun bagi
penulis pemula dapat mempergunakan patokan seperti misalnya apabila jumlah
halaman tulisan adalah 250 halaman, maka proporsi untuk ringkasan atau ihtisar
dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus di bawah ini :
Jumlah halaman X baris setiap halaman X kata dalam
dalam satu baris.
(
250 X
25
X
9
)
= 56.250 kata
maka jumlah halaman ringkasan atau ikhtisar yang
dibutuhkan adalah :
56.250 : (25X9) = 250 kata = ± 1,1 halaman berukuran
kuarto dalam 1 spasi atau ±2,5 halaman dalam 2 spasi pada kertas berukuran
kuarto
Patokan untuk
menentukan jumlah baris dalam satu halaman maupun jumlah kata dalam satu baris
seperti digunakan pada contoh di atas adalah berasal dari standar masyarakat ilmiah
bahwa huruf yang dipakai untuk karya ilmiah adalah berukuran PICA pada mesin
ketik atau sama dengan jenis huruf Times New Roman 12 pada program pengolah
kata MS Word dan sejenisnya.
Rumus untuk menentukan
ukuran ringkasan atau ikhtisar seperti di atas hanyalah gambaran umum yang
tidak perlu ditetapkan secara ketat karena yang penting adalah ukuran dan
keseimbangan proporsional dengan besar tebal tipisnya sebuah tulisan.
Referensi Artikel:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar