Minggu, 14 Juli 2013

Hitam

Keruh tiba. Enyahku dalam denyutnya tuk hempaskan. 
Mati dalam benih kebencian dimana amarah menguncinya dengan erat.
Api dalam pelukan dan air dalam harao tuk padamkan.

Menghitam, kebencian itu mulai memetik dan tumbuh.
Hanyutkanku dalam hingar bingar bisikan para "TERKUTUK" yang menari.
Dalam diam, bisik itu menggebu. 

Lenyap dan mati. 
Ku rebahkan rasa ini pada bara api tuk musnah.
Enyah ku terhempas dan hilang.

Mereka mulai menjauh dikala cahaya mulai menghilang.
Perlahan, hitam memanjakanku dengan buah kuldinya.
Terkutuk ku dalam keruhnya.

Lenyapkanlah sebelum semua memudar.
Cahaya sudah tak seterang dulu.
Padamkan semua hingga buta.

Hitam, temuilah ku disana.
Di jalan buntu itu, di jalan dimana tak terdapat cahaya.
Musnahkanlah kau perlahan disana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar