Jumat, 18 September 2015

Pengalaman Sidang Jalur Non Skripsi

Pada kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman sidang jalur non skripsi yang saya ambil. Mengapa saya mengambil jalur non skripsi? Karena saya terlambat untuk memberikan proposal skripsi pada tenggat waktu yang ditentukan dan tentunya karena IPK saya tidak mencukupi untuk mendapatkan SK Skripsi. Jika mau mengikuti Semester Pendek atau UM, perlu tenaga ekstra untuk mendapatkan itu karena banyaknya jumlah mahasiswa yang mengikuti Semester Pendek atau UM tersebut.

Saya menunggu informasi nama saya muncul dalam website jurusan sistem informasi. Ketika nama saya sudah di umumkan untuk mendaftar ke loket sidang, saya segera mempersiapkan materi kuliah yang saya ambil dan syarat-syarat untuk mendaftarkan sidang. Syarat untuk daftar sidang diantaranya:

1. Foto Copy Form Bebas Keuangan
2. Dua Foto Hitam Putih 2x3

Setelah saya mendaftarkan diri saya di loket pendaftaran, saya mendapatkan jadwal sidang pada tanggal 15 September 2015. Saya sudah mempersiapkan diri saya untuk menghadapi sidang pada tanggal tersebut setelah nama saya keluar di website jurusan ....

Hari sidang pun tiba .... (15 September 2015)

Rasa takut sudang menghantui diri saya sebelum sidang dimulai, mengapa? karena saya takut tidak bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh dosen penguji saya.

Sampailah briefing dan saya mendapatkan nama dosen penguji saya. Saya sidang di lantai 6 ....

( Proses Sidang Berlangsung )


Alhamdulillah, sidang saya selesai dilaksanakan. Ada beberapa pertanyaan yang membuat saya cukup bingung untuk menjawab namun di bantu oleh dosen penguji. Sempat salah satu dosen menguji menyatakan saya lulus bersyarat karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang di ajukan, namun iya membantu saya untuk menggambarkan sebuah diagram agar lulus bersyarat saya di hilangkan, dan akhirnya saya bisa menjawab

Pada saat pengumuman, saya masuk ke kloter satu. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus ... Entah bagaimana saya harus mengekspresikan perasaan saya. Dalam hati saya hanya ada rasa syukur dan terima kasih kepada ALLAH SWT yang telah membantu saya dan semua rekan-rekan saya yang mendoakan dan memberi dukungan.


Saya tidak menceritakan paket berapa yang saya ambil dan apa saja pertanyaan yang diberikan oleh dosen penguji. Namun saya akan memberikan masukkan kepada para pembaca untuk menghadapi Sidang Jalur Non Skripsi.


  1. Berdo'a. Hal utama yang paling penting sebelum atau sesudah anda melakukan sesuatu ( dalam hal ini kaitannya dengan sidang ). Mohon bantuan kepada ALLAH SWT atas apa yang ingin anda lakukan dan capai. 
  2. Perisiapkan Diri Anda. Hal terpenting lainnya yang anda lakukan adalah mempersiapkan diri anda untuk menghadapi sidang, seperti mempersiapkan materi sidang jalur non skripsi anda dan tentunya cara belajar anda. 
  3. Manajemen waktu belajar dan istirahat anda. Pastikan anda mengatur jam belajar dan waktu istirahat anda agar anda dapat lebih mudah untuk memahami apa yang anda pelajari. Jangan terlalu dipaksakan jika anda merasa lelah. Lebih baik jika ada kelompok belajar 
  4. Jangan hanya terpaku pada konsep dari materi. Baiknya, selain anda memahami konsep dari modul atau materi, anda juga harus memahami contoh kasus dari materi atau apa yang anda pelajari dalam dunia nyata. 
  5. Pahami bukan di hafal. Pahami apa yang anda pelajari, jgn menghafal apa yang anda baca karena pada umumnya apa yang anda pelajari dan anda hafal belum tentu anda paham bagaimana konsepnya di dalam dunia nyata 
  6. Bersyukur. yaaa, Setelah semua dilakukan, ada baiknya anda berdoa dan bersyukur atas hasil yang anda dapatkan. Jika usaha anda baik, Insya Allah hasilnya akan baik, jika tidak wallahualam ... Karena setelah kita melakukan itu semua, Allah SWT sudah mempunyai skenario atas apa yang kita hadapi
  7. Berterima kasih. berterima kasih kepada Allah SWT dan pihak-pihak yang memberikan anda doa dan dukungan. 
Sekian masukan dari saya atas pengalaman sidang jalur non skripsi saya. Terima Kasih 

Jumat, 03 Juli 2015

Tugas Softskill Etika & Profesionalisme TSI: Database Administrator Beserta Tokohnya

Disusun Oleh:



  1. Irvan Alvisa Himawan
  2. Megawati Oktaviani
  3. M. Fachry Hasyim
  4. M. Alkhoer
  5. Rifi Anandhar


Database Administrator
Seorang database administrator (DBA) adalah orang yang bertanggung jawab untuk mendesain, implementasi, pemeliharaan dan perbaikan database. DBA sering disebut juga database koordinator database programmer, dan terkait erat dengan database analyst, database modeler, programmer analyst, dan systems manager. Peran DBA mencakup pengembangan dan desain strategi database, pemantauan dan meningkatkan kinerja dan kapasitas database, dan perencanaan kebutuhan pengembangan di masa depan. DBA mungkin juga merencanakan, mengkoordinasi dan melaksanakan langkah-langkah keamanan untuk menjaga database. Suatu perusahaan mungkin mengharuskan seorang DBA memiliki sertifikasi atau gelar untuk  sistem database (misalnya, Microsoft Certified Database Administrator).
Tugas-tugas seorang administrator database bervariasi, tergantung pada job description-nya, perusahaan, peraturan Teknologi Informasi (TI), fitur-fitur teknis, dan juga kemampuan dari DBMS yang diberikan. Semua itu termasuk pemulihan setelah bencana (backups and testing of backups), analisis kinerja dan tuning, pemeliharaan data dictionary, dan desain database.
Peran DBA meliputi:
  1. Pemasangan perangkat lunak baru - Ini adalah tugas DBA untuk menginstal versi baru dari perangkat lunak DBMS, aplikasi perangkat lunak, dan perangkat lunak lain yang berhubungan dengan administrasi DBMS. Penting bahwa DBA atau anggota staf IS menguji software baru sebelum pindah ke sebuah lingkungan produksi.
  2. Konfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator – Dalam banyak kasus, perangkat lunak sistem hanya dapat diakses oleh administrator sistem. Dalam kasus ini, DBA bekerja sama dengan administrator sistem untuk melakukan instalasi perangkat lunak, dan untuk mengkonfigurasi hardware dan software agar berfungsi secara optimal dengan DBMS.
  3. Pengamanan administrasi - Salah satu tugas utama DBA adalah untuk memantau dan mengelola keamanan DBMS. Hal ini melibatkan penambahan dan menghapus pengguna, pemberian quota, audit, dan memeriksa masalah keamanan.
  4. Analisis data – DBA menganalisis data yang tersimpan dalam database dan membuat rekomendasi yang berkaitan dengan kinerja dan efisiensi penyimpanan data. Ini termasuk penggunaan indeks efektif, memungkinkan “Paralel Query” eksekusi, atau fitur khusus DBMS lainnya.
  5. Database design (awal) - DBA dapat terlibat di awal tahap desain database, hal ini bertujuan menghilangkan berbagai masalah yang mungkin terjadi. DBA tahu bahwa DBMS dan sistem, dapat menunjukkan potensi masalah, dan dapat membantu pengembangan kinerja tim dengan pertimbangan khusus.
  6. Data pemodelan dan optimasi – pemodelan data befungsi untuk mengoptimalkan sistem tata letak untuk mengambil yang paling keuntungan dari I / O subsystem.
  7. Bertanggung jawab atas administrasi perusahaan yang berhubungan dengan database dan analisis, desain, dan penciptaan database baru.
·         Data modeling, database optimasi, pemahaman dan pelaksanaan skema, dan kemampuan untuk menafsirkan dan menulis kompleks Structured Query Language (SQL) queries.
·         sistem untuk secara proaktif memonitor kinerja optimal dan kapasitas kendala.
·         Menetapkan standar dan praktik terbaik untuk SQL.
·         Berinteraksi dengan dan pelatih pengembang di SQL scripting.
bidang study yang relevan untuk menjadi DBA adalah ICT (information and communication technologi) atau pelatihan langsung dari vendor seperti ORACLE, Microsoft, dll.
karir ini menarik untuk seseorang yang memiliki spesifikasi di bawah ini :) :
·        ternarik dengan kompleksitas teknologi database, dan memiliki pengetahuan tentang teknologi database relasional (misalnya, Oracle, Sybase, DB2, MS Access) dan sistem operasi
·        memiliki interpersonal dan keterampilan komunikasi yang baik
·        memiliki kemampuan untuk memahami data dan bagaimana penggunaannya
·        memiliki manajemen proses yang baik dan kemampuan pemecahan masalah
·        dapat bekerja dalam tim dan mengambil bagian dalam meneruskan pendekatan, tetapi juga dapat bekerja secara mandiri
·        fokus pada konsumen
·        memiliki kemampuan troubleshooting yang baik- menentukan penyebab kesalahan operasi dan memutuskan apa yang harus dilakukan tentang itu
·        pemikir kritis dan bisa menggunakan logika dan alasan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari alternatif solusi, kesimpulan atau pendekatan terhadap masalah-masalah
·        pendengar aktif dan dapat memberikan perhatian penuh pada apa yang orang katakan dan meluangkan waktu untuk memahami poin yang dibuat.
Remunerasi dan prospek pekerjaan?
Gaji rata-rata untuk DBA yang saya dapatkan diinternet, “di Australia, negara bagian victoria”  adalah AUD 71.596 di dasarkan pada sekitar tiga tahun pengalaman IT yang relevan. Prospek pekerjaan ini baik, dan lapangan kerja tetap stabil selama lima tahun terakhir.

Tanggung jawab DBA dalam menangani struktur basisdata adalah :
  1. Merancang skema
    DBA biasanya tidak terlibat dalam perancangan basisdata mulai dari awal. Oleh karena itu, setiap terjadi perubahan struktur basisdata yang berpengaruh pada skema /
    relasi antar tabel harus selalu dicatat
  2. Mengawasi terjadinya redundancy
    Redundancy dapat terjadi pada dua hal, yaitu performance dan data integrity. DBA harus menetapkan prosedur tertentu untuk melakukan rekonsiliasi data untuk menghindari terjadinya redundancy
  3. Melakukan pengawasan konfigurasi permintaan atas perubahan struktur basisdata
    DBA bertugas menyusun laporan secara berkala mengenai pemakai yang aktif, serta file dan data yang dipakai, dan metode akses yang digunakan. Disamping itu juga dicatat terjadinya kesalahan. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan apakah diperlukan adanya perubahan struktur basisdata demi peningkatan performance
  4. Menjadwalkan dan mengadakan pertemuan apabila terjadi perubahan struktur basisdata
  5. Menerapkan perubahan skema
    Perubahan harus dilakukan pada basisdata ujicoba, agar pemakai dapat mengujinya sebelum diterapkan pada sistem yang sesungguhnya
  6. Merawat dokumentasi pemakai
    Merawat dokumentasi DBA – untuk memperoleh informasi tentang perubahan yang telah dilakukan, bagaimana dan kapan dilakukan

 

Manajemen DBMS

Tugas DBA berkaitan dengan manajemen DBMS adalah :
  1. Menyusun laporan tentang unjuk kerja sistem basis data
    Unjuk kerja sistem dapat diuji dengan dua metode, yaitu dengan menjalankan contoh program dan dengan mencatat waktu proses pada kegiatan nyata. Pengujian dapat dilakukan melalui rutin program atau melalui fasilitas dalam DBMS
  2. Melakukan investigasi atas keluhan pemakai
  3. Melakukan analisa atas laporan dan keluhan
  4. Melakukan “tuning” atau “optimizing” sistem basisdata
    Beberapa hal yang bisa di tune-up misalnya :
o       buffers size
o       size of a transaction
o       numbers of shared file
  1. Jika memungkinkan, melakukan “tuning” pada perangkat lunak komunikasi dan sistem operasi dengan basisdata – misalnya dengan mengatur agar program tersimpan resident di memori, dengan mengatur alokasi sumberdaya perangkat keras dan saluran komunikasi
  2. Mengevaluasi dan menerapkan fasilitas yang baru

Personil DBA

Personil
Tugas
Database Administrator
  1. Mengatur staf untuk memastikan pengembangan basisdata berjalan lancar
  2. Merencanakan kebutuhan basisdata di masa mendatang
Documentation and standards manager
  1. Menciptakan dan merawat dokumentasi basisdata dan standard
  2. Menyebarluaskan informasi tentang standard
  3. Mengadakan pelatihan
User representatives
Mewakili user dalam menentukan kebutuhan basisdata dan menyampaikannya pada DBA
Operations representatives
  1. Mewakili bagian operasional yang berkaitan dengan komputer.
  2. Menetapkan kebutuhan basisdata masa depan yang diperlukan dalam kegiatan operasional
  3. Memantau unjuk kerja basisdata
  4. Melakukan “tuning” pada sistem operasi
DBMS configuration manager
  1. Memahami sistem basisdata dan merawat konfigurasi pengawasan
  2. Melakukan pemantauan dan “tuning” pada sistem basisdata
  3. Menguji fasilitas baru pada DBMS
Performance monitor
Menyusun dan menganalisa unjuk kerja sistem
Melakukan investigasi atas keluhan pemakai

I.                   Riwayat Hidup












Nama                           : Larry Ellison
Tempat Lahir                : Manhattan, New York, Amerika Serikat
Tanggal Lahir                : 17 Agustus 1944
Pekerjaan                     : Pendiri dan CEO Oracle Operation
Pendidikan                   :
1.      Eugene Field Elementary School
2.      Sullivan High School
3.      Illinois University (drop out)
4.      Chicago University
II.                Sejarah
Larry Ellison sejak kecil kehidupannya bisa dikatakan jauh dari kata menyenangkan sebab diusianya yang baru berusia 9 bulan, ia sudah divonis radang paru-paru oleh dokter, oleh sebab inilah ia kemudian diadopsi oleh paman dan bibinya atas permintaan dari ibunya yang berdomisili di Chicago. Bersama paman dan bibinya, Larry Ellison kecil mersakan hidup yang tentram.
Larry Ellison kemudian bersekolah di Eugene Field Elementary School setara dengan sekolah dasar. Setelah lulus, ia kemudian masuk ke Sullivan High School namun pindah ke South Shore. Di sekolah, Larry Ellison dikenal sebagai pribadi yang cerdas. Nilainya cukup bagus dalam bidang ilmu alam dan matematika. Tetapi semua perilakunya berubah takkala ia mengetahui bahwa orang yang mengasuhnya selama ini bukanlah orang tua kandungnya.
Meskipun perilakunya berubah, namun prestasi disekolahnya masih cukup bagus. Setelah lulus dari sekolahnya, ia kemudian masuk ke jurusan Fisika di Illinois University. Tetapi kuliahnya tak sampai selesai disana sebab ibu angkatnya yang membiayainya kuliah meninggal dunia, akhirnya ia berhenti kemudian mencoba bekerja serabutan bersama ayah angkatnya.
Tak lama kemudian ia kembali berkuliah di Chicago University, namun hanya bertahan selama enam bulan ia kemudian berhenti disebabkan karena masalah biaya. Karena motivasinya yang kuat untuk bertahan hidup, ia kemudian mencoba untuk kursus komputer. Dengan modal itu ia kemudian mencoba melamar pekerjaan di berbagai perusahaan. Namun hampir semua perusahaan yang dilamarnya menolaknya karena hanya bermodal ijazah kursus, tetapi dari situ perjuangannya membuahkan hasil, perusahaan investasi bernama Fireman's Fund menerimanya sebagai teknisi komputer. Dari sini pengalamanya bertambah seiring ia sering memperbaiki perangkat keras dari komputer yang rusak serta memperbaiki masalah dalam hal perangkat lunak. Lalu dia kemudian memutuskan untuk berhenti dan pindah kerja di Bank Wells Fargo, disini ia juga berkerja sebagai seorang teknisi dan juga cekatan dalam hal pekerjaannya, tetapi permasalahannya, ia tidak mendapatkan penghargaan dari kerja kerasnya, dan kemudian memutuskan untuk pindah ke Ampex dimana ia bekerja sebagai seorang programmer.


III.             Membangun Oracle
Karir Larry baru benar-benar berkembang setelah ia bekerja di Ampex sebagai programmer. Ketika bekerja ditempat ini, Larry menciptakan sebuah system database canggih yang dinamakan Oracle. Oracle diciptakan setelah Larry membaca makalah yang ditulis oleh Edgar F Codd berjudul “A Relational Model of data for Large Shared Data Bank”. Atasan Codd di IBM mungkin gagal melihat nilai komersil dari pemikirannya, namun tidak dengan Larry. Jiwa bisnis larry berkata bahwa konsep Structured Query Language (SQL) hasil pemikiran Codd jika dikembangkan dengan tepat akan mendatangkan banyak uang.
Maka pada tahun 1977, bersama dengan CEO Ampex, Robet Miner dan rekannya Ed Oates, Larry mendirikan perusahaan miliknya sendiri dengan nama Software Development Labs. Modal yang digunakan hanya sebesar $2000 USD. Tahun 1979, nama perusahaan ini berganti menjadi Relational Software Incorporation sebelum berubah lagi menjadi Oracle Corporation di tahun 1983.
Perusahaan ini berhasil memenangkan kontrak membangun system manajemen database relational milik Central Intelligent Agency (CIA). Sukses dengan pekerjaan pertamanya, Oracle kebanjiran pesanan. Perusahaan-perusahaan besar macam Wright Patterson Air Force Base dan IBM telah menanti untuk digarap. Nama Oracle pun menanti untuk berkibar. Dibawah pimpinan Larry Ellison, Oracle kemudian menjelma menjadi perusahaan raksasa yang menangani masalah database meskipun sempat terkena masalah finasial namun perusahaan masih tetap bertahan hingga kini. Produk produk dari Oracle milik Larry Ellison yaitu Application Server (Web DB, OAS), Development Tool (Oracle Developer, Oracle Designer), dan Application Suite (Oracle Apps) yang menjadi terkenal dan Oracle pun menguasi pasar Database  dunia. Dari kegigihan Larry Ellison pula yang menjadikan Oracle menjadi perusahaan terbesar kedua di dunia setelah microsoft. Hal ini kemudian menjadikan Larry Ellison menjadi orang terkaya di dunia berkat Oracle. Di Tahun 2014 kekayaannya ditaksir sebesar $27 milyar dollar atau setara 510 trilyun menurut majalan Forbes  dimana ia termasuk dalam jajaran 10 besar orang terkaya di dunia.


DAFTAR PUSTAKA


Selasa, 12 Mei 2015

Pretest Estimasi - Pengelolaan Proyek Sistem Informasi


Apa yang dimaksud dengan “Estimasi” ? Carilah satu contoh yang berhubungan dengan estimasi, tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi dengan Studentsite.

Jawaban :

Pengertian Estimasi
Estimasi merupakan sebuah proses pengulangan. Pemanggilan ulang estimasi yang pertama dilakukan selama fase definisi, yaitu ketika Anda menulis rencana pendahuluan proyek. Hal ini perlu dilakukan, karena anda membutuhkan estimasi untuk proposal. Tetapi berdasarkan statistik dari DEC, NASA, TRW, dan lembaga yang lainnya, menunjukkan bahwa keakuratan estimasi yang dilakukan memiliki point sebesar 50% - 100%. Setelah fase analisis direncanakan ulang. Anda harus memeriksa estimasi dan merubah rencana pendahuluan proyek menjadi rencana akhir proyek. Pada tahap ini keakuratan estimasi Anda menjadi berkurang, yaitu sekitar 25% - 50%. Setelah dikerjakan sampai tingkat menengah, Anda periksa kembali estimasi tersebut. Dengan menggunakan pengetahuan yang didapat seiring dengan waktu, keakuratan estimasi tersebut hanya mencapai 10%. Meskipun tidak bisa dikatakan sebagai aktivitas eksplisit dalam fase yang lain, rencana untuk memperbaiki estimasi setiap waktu, memerlukan pengetahuan yang baru.

Contoh Sistem Estimasi Biaya Dan Usaha Proyek Pengembangan Software Sistem Informasi Bisnis
Estimasi ukuran software merupakan suatu akrifitas yang komplek dan sukar berdasarkan pada beberapa alasan seperti kemampuan programmer, faktor lingkungan dan sebagainya. Tetapi karena tindakan ini harus dilakukan dan untuk mendapatkannya dengan menggunakan ukuran seperti jumlah baris program (Source lines of code/SLOC) dan function Points.
Pembuatan Model Estimasi
Untuk pembuatan model estimasi biaya dan usaha proyek pengembangan software pertama-tama dilakukan analisa parameter yang berpengaruh terhadap kedua vaiabel tersebut. Untuk menguji keterkaitan atau pengaruh dari variabel, digunakan perhitungan nilai kolerasi dari setiap variabel yang di analisa. Adapun tabel kolerasi dari semua variabel hasil observasi adalah


Tabel Nilai Kolerasi Antar Variable Model Estimasi

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai kolerasi antara effort dan function point bernilai 0,12, sedangkan kolerasi antara effort dengan total faktor kompleksitas bernilai 0,22. Dari nilai kolerasi ini dapat disimpulkan bahwa nilai usaha (effort) proyek pengembangan software dipengaruhi oleh nilai besaran function point dan tingkat kompleksitas proyek software. Artinya semakin tinggi nilai function point dan tingkat kompleksitas proyeksoftware akan membutuhkan effort yang semakin tinggi pula. Hal yang sama juga dapat dilihat tingkat keterkaitan antara variabel biaya denganfunction point yang mempunyai nilai korelasi sebesar 0,38. artinya besaran function point dari suatu proyek pengembangan software akan sangat berpengaruh terhadap besaran biaya yang digunakan. Adapun hasil pemodelan data biaya (cost) yang dikaitan dengan function point (FP) adalah seperti gambar berikut



Grafik Model Biaya (Cost) dengan Function Points

Dari gambar di atas terlihat bahwa hubungan antar biaya (cost) dapat dimodelkan dengan grafik eksponensial. Artinya nilai peningkatan biaya yang dibutuhkan proyek pengembangan software bertambah secara eksponensial terhadap penambahan besaran function point dari proyeksoftware yang akan dikembangkan. Adapun model eksponential yang diperoleh dari analisa data hasil observasi adalah :
Biaya (cost) = 8,0757*exp(0,0087*FP)
Dimana FP adalah function point dari proyek software yang akan dikembangkan.



Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara linier
Secara linier regresi dapat direpresentasikan keterhubungan tersebut sebagai rumus :
Biaya (cost) = 3,7076 + 0,4138*FP
Sedangkan keterhubungan antara usaha (effort) dengan function point dapat diperlihatkan dengan beberapa model berikut


Grafik Model Usaha (Effort) dengan FP secara Logaritmik
SUMBER :


Posttest Estimasi - Pengelolaan Proyek Sistem Informasi

Posttest Estimasi
Sebutkan teknik-teknik estimasi pada Proyek Sistem Informasi. Tuliskan pada blog Anda yang terkoneksi pada Studentsite.

Jawaban :
Teknik-teknik estimasi yang digunakan ada 3 (tiga), yaitu : keputusan professional, sejarah, dan rumus-rumus.
  •  Keputusan Profesional

Katakanlah, Anda adalah seorang yang memiliki pengalaman yang luas dalam memprogram “report generation modules”. Anda melakukan dengan pendekatan design report tersebut dan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat program tersebut. Setelah mempelajari desain program selama 5 menit, programmer lalu menutup matanya selama 5 menit (Dia tidak tidur, tetapi berhitung), dan kemudian mengatakan “15 hari”. Inilah yang disebut dengan Keputusan Profesional Murni.
            Keuntungan dari teknik ini adalah cepat, dan jika sesorang sudah ahli, dalam teknik ini, maka estimasinya pasti akan lebih akurat. Sedangkan kerugian dari teknik ini yaitu Anda membutuhkan seorang ahli tersebut akan bekerja keras untuk mendapatkan estimasi yang tepat. Lagi pula, estimasi yang didapat adalah untuk jangka waktu yang lama dan ini harus dikerjakan oleh seorang ahli. Hal ini tidak dapat tergantung hanya pada ahli tersebut, jika yang lain ingin mengerjakannya tidak menjadi masalah. Tapi, hal ini sangat berbahaya jika hanya mempercayakan kepada seseorang yang memiliki sedikit pengetahuan dalam bidang ini.
·                 Sejarah
Jalan keluar dari ketergantungan pada orang dan untuk membuat estimasi lebih khusus yaitu Anda harus mengerti tentang sejarahnya. Tulislah berapa lama masing-masing tugas dapat diselesaikan dan siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Anda dapat membandingkan tugas yang akan di estimasi dengan tugas yang sama yang dikerjakan lebih awal, setelah itu mulailah dengan melakukan estimasi. Hal ini dimaksudkan agar Anda menjabarkan suatu proyek ke dalam beberapa tugas yang biasanya diulang dan mudah untuk dibandingkan. Untuk memprogramnya, mungkin generasi dalam bentuk formulir input, sebuah laporan, perhitungan rumus-rumus, dan lain-lain. Perusahaan atau departemen akan membuat tipe proyek yang sama. Carilah dasar untuk membangun “blocks” dan dokumen yang dibutuhkannya. Jika Anda sangat intelligent, lakukan langkah pertama dan bangunlah blocks tersebut dalam bentuk yang siap pakai. Anda dapat menduga bahwa sebuah penggunaan ulang ternyata lebih akurat jika dibandingkan dengan penulisan ulang. Dalam membandingkan satu apel dengan apel yang lainnya, Anda harus menuliskan perbedaannya. Catatan statistik dari IBM dan DEC memperlihatkan bahwa kemungkinan perbandingan antara produksi komputer yang baik dengan yang buruk adalah sebesar 8 : 1.
·                 Rumus-rumus
Ada beberapa rumus yang digunakan dalam software estimasi. Sotfware yang baik untuk diketahui yaitu COCOMO. COCOMO dapat digunakan untuk memperkirakan biaya proyek, usaha (person months),  jadwal (months), dan staf (number of staff) untuk masing-masing fase berikut ini :Preliminary Design - our Analysis Phase Detailed Desaign (DD) - our Design Phase Code and Unit test (CUT) - same as ours System Test - our System Test and Acceptance Phase. Ada 3 tipe penginputan dengan COCOMO : pertama, pemasukan biaya bulanan dari staf. Baik staf yang berkedudukan sebagai programmer, analis, designer, test staff, administrasi dan technical writer. Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah layar penginputan yang digunakan untuk tipe ke dua dari penginputan. Faktor-faktor ini mencirikan level keseluruhan dari kelengkapan software yang ada, ukuran dan kemampuan dari komputer yang digunakan untuk pengembangan, kemampuan menampung dan pengalaman staf, dan juga pemrograman praktis serta alat-alat yang digunakan.





Tampilan dengan menggunakan software COCOMO

Pada hal ini, Anda mungkin akan merasa bahwa COCOMO akan melakukan pendugaan yang baik, sejak software ini selalu tepat menentukan proyek yang lama. Tetapi, kesulitannya yaitu setiap akhir dari penggunaan software ini COCOMO selalu menanyakan nomor garis yang terdapat pada kode sumber (LOSC). Pada saat itu, Anda telah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem untuk memperkirakan LOSC dengan teliti, Anda tidak memerlukan beberapa rumus. Namun, Anda hanya memperkirakan keseluruhan proyek dengan teliti.

SUMBER :


Jumat, 17 April 2015

Perbedaan SKN dan RTGS (Tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Perbankan)



PERBEDAAN SKG dan RTGS

Kliring (juga disebut LLG atau SKN) digunakan untuk transfer ke semua rekening bank nasional, termasuk Jaringan ATM Prima (BCA salah satunya) dan Jaringan ATM Bersama.
Waktu transfer 2-3 hari kerja, tapi menurut pengalaman bisa hanya dalam satu hari jika transfernya pagi hari sebelum jam 11.
Biaya transfer Rp 5000 dan batas transaksi maksimal  Rp.99.999.999 per-hari
RTGS (Real-Time Gross Settlement) sama seperti kliring, namun waktu pengiriman lebih cepat sampai, sekitar 1-3 jam di hari yang sama setelah transfer. Berdasar pengalaman malah pernah di hari berikutnya dana baru terkirim ke rekening tujuan. Biaya transfer Rp. 15.000


Kesimpulan yang saya ambil dari perbedaan SKN dan RTGS adalah
  1. Perbedaan kecepatan transfer uang dari ATM yang digunakan. Pengiriman transfer lebih cepat pada RTGS, sementara di SKN waktu transfer terbatas pada waktu-waktu tertentu saja
  2. Perbedaan biaya yang dikenakan dalam transaki. Biaya RTGS membutuhkan biaya transaksi yang lebih mahal di banding SKN

Kamis, 22 Januari 2015

POSTEST KENDALI dan AUDIT SISTEM INFORMASI (VCLASS ANALISIS KINERJA SISTEM)


Area Pengendalian ada 15 yaitu :
1. Integritas Sistem
2. Manajemen Sumber Daya (Perencanaan Kapasitas)
3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
4. Backup dan Recovery
5. Contigency Planning
6. System S/W Support
7. Dokumentasi
8. Pelatihan atau Training
9. Administrasi
10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
11. Operasi
12. Telekomunikasi
13. Program Libraries
14. Application Support (SDLC)
15. Pengendalian Mikrokomputer
Penjelasan :
1. Integritas Sistem
a.    Ketersediaan dan kesinambungan sistem komputer untuk user
b.    Kelengkapan, Keakuratan, Otorisasi, serta proses yg auditable
c.    Persetujuan dari user atas kinerja sistem yang di inginkan
d.    Preventive maintenance agreements untuk seluruh perlengkapan
e.    Kesesuaian kinerja antara S/W dan jaringan dengan yang diharapkan
f.     Serta adanya program yang disusun untuk operasi secara menyeluruh      


2. Manajemen Sumber Daya
a.    Faktor-faktor yang melengkapi integritas sistem
b.    Yaitu meyakini kelangsungan (ongoing) H/W, S/W, SO, S/W aplikasi, dan komunikasi jaringan komputer, telah di pantau dan dikelola pada kinerja yang maksimal namun tetap dengan biaya yang wajar.
c.     Hal-hal tersebut di dokumentasikan secara formal demi proses yang berkesinambungan



3. Pengendalian Perubahan S/W Aplikasi dan S/W sistem
a.       Menentukan adanya keterlibatan dan persetujuan user dalam hal adanya perubahan terhadap s/w aplikasi dan s/w sistem
b.      Setiap  pengembangan  dan  perbaikan  aplikasi  harus  melalui  proses  formal  dan  di dokumentasikan  serta  telah  melalui  tahapan-tahapan  pengembangan  sistem  yang dibakukan dan disetujui.

4. Backup dan Recovery
a.       Demi kelangsungan usaha, harus tersedia data processing disaster recovery planning (rencana   pemulihan data dan pusat sistem informasi apabila terjadi kehancuran),
b.      Baik  berupa  backup  dan  pemulihan  normal,  maupun  rencana  contingency  untuk kerusakan pusat SI (lokasi gedung, peralatanya, SDM-nya maupun manualnya).

5. Contigency Planning
a.       Perencanaan yang komprehenshif di dalam mengantisipasi terjadinya ancaman
b.      Terhadap fasilitas pemrosesan SI
c.       Dimana sebagian besar komponen utama dari disaster recovery plan telah dirumuskan dengan jelas, telah di koordinasikan dan disetujui, seperti critical application systems, identifikasi peralatan dan fasilitas penunjang H/W, sistem S/W dan sebagainya.

6. System S/W Support
a.       Pengukuran  pengendalian  dalam  pengembangan,  penggunaan,  dan  pemeliharaan dari  S/W  SO, biasanyamlebih canggih dan lebih cepat  perputarannya  dibandingkan dengan  S/W  aplikasi. Dengan  ketergantungan  yang  lebih  besar  kepada  staf  teknik untuk integritas fungsionalnya
b.      Pengukuran   kendali   pengamanan   aplikasi   individu   maupun   pengamana logika sistem secara menyeluruh (systemwide logical security)     

7. Dokumentasi
a.       Integritas dan ketersediaan dokumen operasi, pengembangan aplikasi, user dan S/W sistem
b.      Diantaranya dokumentasi program dan sistem, buku pedoman operasi dan schedule operasi,
c.       Untuk setiap aplikasi sebaiknya tersedia dokumentasi untuk tiap jenjang user.

8. Pelatihan atau Training
a.       Adanya penjenjagan berdasarkan kemampuan untuk seluruh lapisan manajemen dan staf, dalam hal penguasaannya atas aplikasi-aplikasi dan kemampuan teknisnya
b.      Serta rencana pelatihan yang berkesinambungan


9. Administrasi
a.       Struktur organisasi dan bagannya, rencana strategis, tanggungjawab fungsional, job description, sejalan  dengan  metoda  job  accounting  dan/atau  charge  out  yang digunakan
b.      Termasuk  didalamnya  pengukuran  atas  proses  pengadaan  dan  persetujuan  untuk semua sumber daya SI.

10. Pengendalian Lingkungan dan Keamanan Fisik
a.       Listrik,  peyejuk  udara,  penerang  ruangan,  pengaturan  kelembaban,  serta  kendali akses ke sumber daya informasi
b.      Pencegahan kebakaran, ketersediaan sumber listrik cadangan,
c.        Juga pengendalian dan backup sarana telekomunikasi

11. Operasi
a.       Diprogram untuk merespon permintaan/keperluan SO
b.       Review atas kelompok SO berdasarkan job schedulling, review yang terus-menerus terhadap operator,  retensi   terhadap  consol log  message,  dokumentas untuk run/restore/backup atas seluruh aplikasi
c.       Daftar personel, dan nomor telepon yang harus dihubungi jika muncul masalah SO, penerapan sistem sift dan rotasi serta pengambilan cuti untuk setiap operator.

12. Telekomunikasi
a.       Review terhadap logical and physical access controls,
b.      Metodologi  pengacakan  (encryption)  terhadap  aplikasi  electronic  data  interchange (EDI)
c.       Adanya supervisi yang berkesinambungan terhadap  jaringan komputer dan komitmen   untuk ketersediaan jaringan tersebut dan juga redundansi saluran telekomunikasi.

13. Program Libraries
a.       Terdapat  pemisahan  dan  prosedur  pengendalian  formal  untuk  application  source code dan compiled production program code dengan yang disimpan di application test libraries development
b.      Terdapat review atas prosedur quality assurance.

14. Application Support

a.       Bahwa proses tetap dapat berlangsung walaupun terjadi kegagalan sistem
b.      Sejalan dengan kesinambungan proses untuk inisiasi sistem baru, manajemen
c.       proyek, proses pengujian yang menyeluruh antara user dan staf SI
d.      Adanya review baik formal maupun informal  terhadap  tingkat kepuasan  atas SDLC yang digunakan.

15. Microcomputer Controls
a.       Pembatasan yang ketat dalam pengadaan, pengembangan aplikasi, dokumentasi atas aplikasi  produksi  maupun  aplikasi  dengan  misi  yang  kritis,  sekuriti  logika,  dan  fisik terhadap microcomputer yang dimiliki,
b.      Serta  pembuatan  daftar  inventaris  atas  H/W,  S/W,  serta  legalitas  dari  S/W  untuk menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta.